Entah bagaimana dengan orang lain, tapi saya adalah tipe
manusia yang yakin bahwa semua yang terjadi memang sudah seharusnya terjadi dan
untuk setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Seperti kejadian beberapa hari lalu.
Sore sepulang kantor perjalanan saya ke Apotek untuk membeli
obat sakit jiwa ternyata harus terganggu. Macet. Kalo di Jawa atau di kota
besar mungkin macet udah biasa, tapi di kota sekecil Sambas yang lampu lalu
lintasnya saja hanya SATU dan seringnya tidak berfungsi macet adalah sesuatu
yang amat sangat jarang bisa ditemui. Selidik punya selidik ternyata kemacetan
sepanjang puluhan kilometer tersebut disebabkan karena ada 2 truk pengangkut kelapa
sawit dari arah berlawanan yang “nyangkut” di jembatan akibat sempitnya jalan
di jembatan yang melewati sungai Sambas tersebut.
Saya sudah sempat pasrah menunggu sampai kemacetan tersebut
terurai saat samar-samar saya melihat ada pergerakan dari barisan depan
rombongan kendaraan yang terjebak dalam kemacetan. Ternyata oh ternyata semua
pergerakan tersebut dihasilkan oleh kendaraan-kendaraan yang memutuskan memutar
dan berbalik arah. Apakah mereka menyerah dan memutuskan membatalkan perjalanan
suci ke Barat menyeberangi sungai tersebut? Oh tentu tidak, rombongan kendaraan
tersebut ternyata hanya berbelok mengambil jalan kecil di sisi sungai.
Kemanakah mereka? Karena memang saya dasarnya orangnya penasaran dan lebih suka
menemukan jawaban dengan mengalami sendiri, maka dengan penuh kenekatan saya
mengikuti rombongan tersebut, “yah kalo ternyata salah dan harus balik yah
balik aja nanti” pikir saya saat itu. Pelan-pelan sambil menikmati pemandangan
langit yang berhias semburat jingga langit senja *tsaaahhhh* saya ikuti saja
jalan kecil di sisi sungai yang sama sekali asing buat saya tersebut, sampai
akhirnya mata saya tertuju pada sebuah jembatan. Yups! Perjalanan “iseng” saya
mengikuti rombongan kendaraan tadi ternyata mengarah pada sebuah jembatan,
tidak terlalu besar dan hanya terbuat dari kayu tapi masih tampak kokoh dan
bisa dilewati kendaraan roda dua. Akhirnya sampailah saya ke seberang dan
kembali menyusuri jalan kecil di sisi sungai ke arah berlawanan dan tercapailah
misi saya untuk sampai di Apotek.
Hikmah dari kejadian ini adalah...saya “dipaksa” menjamah
daerah baru yang tadinya sama sekali asing buat saya. Tanpa adanya kemacetan
sore itu mungkin saya tidak akan pernah melewati jalan kecil di sisi sungai
tersebut, bahkan saya mungkin tidak akan pernah tahu ada jembatan yang bisa
dilalui di daerah itu. See? Bahkan dari kejadian seperti itu pun ada “manfaat”
yang bisa kita dapat. Kejadian-kejadian yang kita anggap sebagai kemalangan,
pasti ada tujuan yang disimpan Tuhan untuk kita di situ.
Lalu, adakah hikmah kejadian tersebut bagi pengendara truk
yang “nyangkut” dan pengendara lainnya yang warga asli daerah itu dan sudah
mengetahui keberadaan jembatan kayu tersebut? Well...ada. Entah apa. Tapi pasti
ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar